
madA
Jumat, 20 September 2019
Senin, 21 Maret 2016
Percayalah
hijaunya daun
akan lebih indah
bersama
merahnya mawar
walau dikelilingi duri
...
jangan petik
biarkan tetap hidup
jangan ragu
biarkan ia
memancarkan cintanya
biarkan..
nikmati saja
kau takkan sendiri
...
perlahan
daun akan layu
merona kan hilang
biarkan...
bukan duri yang memakannya
waktu..
ya waktu yang kan memakannya..
biarkan...
jangan memaksa...
nikmatilah...
biarkan tetap ada..
beradu...
pancarkan keindahan...
biarkan mereka melihat...
biarkan mereka merasakan...
biarkan...
dengan sendirinya
nyaman kan ada...
bersama...
akan lebih indah
bersama
merahnya mawar
walau dikelilingi duri
...
jangan petik
biarkan tetap hidup
jangan ragu
biarkan ia
memancarkan cintanya
biarkan..
nikmati saja
kau takkan sendiri
...
perlahan
daun akan layu
merona kan hilang
biarkan...
bukan duri yang memakannya
waktu..
ya waktu yang kan memakannya..
biarkan...
jangan memaksa...
nikmatilah...
biarkan tetap ada..
beradu...
pancarkan keindahan...
biarkan mereka melihat...
biarkan mereka merasakan...
biarkan...
dengan sendirinya
nyaman kan ada...
bersama...
Rabu, 09 Maret 2016
Sabtu, 27 Februari 2016
Beradu Candu
katakan pada kenyamanan
gelap selalu ditemani
segala waktu...
dalam kabut
dengan atau tanpa bintang
kala terang
maupun bersama pelangi
terasa...
membuai mata
menuntun ke alam maya
dalam diam tampak
penuh
setengah
bercincin
kadang...
hanya memberi senyuman
tajam bagai sabit...
logika kan takluk
mencari jawab
perasaan pun enggan
mengecup...
katakan...
semua hanya ilusi semata...
atau...
topeng kesucian...
detak yang kencang
lari meninggalkan sadar...
menjelaskan rasa...
jangan tutupi...
jangan lari...
bukan...
bukan tentang wajar tidaknya rasa...
bukan tentang nyaman tidaknya tampak...
bukan tentang sabit tidaknya senyuman...
bukan tentang...
Surga Neraka-nya pelukkan!!!
entahlah...
aku mungkin sedang mabuk
gelasnya kosong...
botol pun berhamburan...
tak karuan...
terhanyut...
dalam rupa tersembunyi...
Langganan:
Postingan (Atom)

