hijaunya daun
akan lebih indah
bersama
merahnya mawar
walau dikelilingi duri
...
jangan petik
biarkan tetap hidup
jangan ragu
biarkan ia
memancarkan cintanya
biarkan..
nikmati saja
kau takkan sendiri
...
perlahan
daun akan layu
merona kan hilang
biarkan...
bukan duri yang memakannya
waktu..
ya waktu yang kan memakannya..
biarkan...
jangan memaksa...
nikmatilah...
biarkan tetap ada..
beradu...
pancarkan keindahan...
biarkan mereka melihat...
biarkan mereka merasakan...
biarkan...
dengan sendirinya
nyaman kan ada...
bersama...
Tab
▼
Microstock
▼
Senin, 21 Maret 2016
Rabu, 09 Maret 2016
Sabtu, 27 Februari 2016
Beradu Candu
katakan pada kenyamanan
gelap selalu ditemani
segala waktu...
dalam kabut
dengan atau tanpa bintang
kala terang
maupun bersama pelangi
terasa...
membuai mata
menuntun ke alam maya
dalam diam tampak
penuh
setengah
bercincin
kadang...
hanya memberi senyuman
tajam bagai sabit...
logika kan takluk
mencari jawab
perasaan pun enggan
mengecup...
katakan...
semua hanya ilusi semata...
atau...
topeng kesucian...
detak yang kencang
lari meninggalkan sadar...
menjelaskan rasa...
jangan tutupi...
jangan lari...
bukan...
bukan tentang wajar tidaknya rasa...
bukan tentang nyaman tidaknya tampak...
bukan tentang sabit tidaknya senyuman...
bukan tentang...
Surga Neraka-nya pelukkan!!!
entahlah...
aku mungkin sedang mabuk
gelasnya kosong...
botol pun berhamburan...
tak karuan...
terhanyut...
dalam rupa tersembunyi...
Rabu, 24 Februari 2016
Pesona Malam
terbuai diantara tanya
gelap menuntun sadar
masuk dalam kesucian
meraba mimpi
tak peduli waktu
berharap
detik berjalan pelan
mengiring rasa
jauh ke dasar
jatuh dalam pesona
melupakan bintang...
perlahan membangun...
segala syair dipanjatkan
memohon...
di bawah senyuman malam...
Selubung Suci
Terindah
untuk
yang Tersembunyi
memberi jelas
akan keindahan
menerangi
apa arti rupa
sembunyi mesra
memeluk rasa
kecup manis
dalam doa
rupa
menawan keyakinan
jatuhkan pesona
terbangkan syair
21.09.2015
Perenungan
Lupakan para bintang
tetaplah bersama
peluk mesra gelap
biar hembusan menusuk
percayalah
kan bersama mu
apapun itu
16.02.2015
Kamis, 18 Februari 2016
Berjalan dalam Gelap
gelap memang tak terkalahkan
terlupakan
bisu menerkam
membunuh puing-puing harap
diam menelan yang terpanjatkan
terlupakan
bias dalam waktu
kadang ada dalam mata
menari-nari
terbuai
dalam gelap
dirimu selalu bersinar
bersama para bintang
maupun dalam kesunyian
di balik kabut
samar terlihat senyum
dingin merayu
melepas waktu
membunuh hari
menjadikan seorang pemimpi
terperangkap dalam dua dunia
entah dimana
tak ada lagi detak jarum jam
angin seakan diam
membisu
terhanyut dalam pekat
pergi...
samar terlihat senyum
dingin merayu
melepas waktu
membunuh hari
menjadikan seorang pemimpi
terperangkap dalam dua dunia
entah dimana
tak ada lagi detak jarum jam
angin seakan diam
membisu
terhanyut dalam pekat
pergi...


