Tab

Microstock

Senin, 21 Maret 2016

Percayalah

hijaunya daun
akan lebih indah
bersama
merahnya mawar

walau dikelilingi duri

...

jangan petik
biarkan tetap hidup

jangan ragu
biarkan ia
memancarkan cintanya

biarkan..
nikmati saja
kau takkan sendiri

...

perlahan
daun akan layu
merona kan hilang

biarkan...
bukan duri  yang memakannya
waktu..
ya waktu yang kan memakannya..

biarkan...
jangan memaksa...
nikmatilah...
biarkan tetap ada..

beradu...
pancarkan keindahan...
biarkan mereka melihat...
biarkan mereka merasakan...
biarkan...
dengan sendirinya
nyaman kan ada...
bersama...

Sabtu, 27 Februari 2016

Beradu Candu

katakan pada kenyamanan
gelap selalu ditemani
segala waktu...

dalam kabut
dengan atau tanpa bintang
kala terang
maupun bersama pelangi

terasa...

membuai mata
menuntun ke alam maya

dalam diam tampak
penuh
setengah
bercincin

kadang...
hanya memberi senyuman
tajam bagai sabit...

logika kan takluk
mencari jawab
perasaan pun enggan
mengecup...

katakan...
semua hanya ilusi semata...
atau...
topeng kesucian...

detak yang kencang
lari meninggalkan sadar...
menjelaskan rasa...

jangan tutupi...
jangan lari...

bukan...

bukan tentang wajar tidaknya rasa...
bukan tentang nyaman tidaknya tampak...
bukan tentang sabit tidaknya senyuman...

bukan tentang...
Surga Neraka-nya pelukkan!!!

entahlah...
aku mungkin sedang mabuk
gelasnya kosong...
botol pun berhamburan...

tak karuan...

terhanyut...
dalam rupa tersembunyi...

Rabu, 24 Februari 2016

Pesona Malam


terbuai diantara tanya
gelap menuntun sadar
masuk dalam kesucian

meraba mimpi
tak peduli waktu
berharap
detik berjalan pelan
mengiring rasa
jauh ke dasar
jatuh dalam pesona
melupakan bintang...

perlahan membangun...
segala syair dipanjatkan
memohon...
di bawah senyuman malam...

Selubung Suci


Terindah
untuk
yang Tersembunyi

memberi jelas
akan keindahan

menerangi
apa arti rupa

sembunyi mesra
memeluk rasa
kecup manis
dalam doa

rupa
menawan keyakinan

jatuhkan pesona
terbangkan syair

21.09.2015

Perenungan


Lupakan para bintang
tetaplah bersama

peluk mesra gelap
biar hembusan menusuk

percayalah
kan bersama mu
apapun itu


16.02.2015

Kamis, 18 Februari 2016

Berjalan dalam Gelap

gelap memang tak terkalahkan
bisu menerkam
membunuh puing-puing harap
diam menelan yang terpanjatkan

terlupakan
bias dalam waktu
kadang ada dalam mata
menari-nari
terbuai

dalam gelap
dirimu selalu bersinar

bersama para bintang
maupun dalam kesunyian
di balik kabut
samar terlihat senyum
dingin merayu
melepas waktu
membunuh hari
menjadikan seorang pemimpi

terperangkap dalam dua dunia
entah dimana

tak ada lagi detak jarum jam
angin seakan diam
membisu
terhanyut dalam pekat

pergi...


Kamis, 07 Januari 2016